tembok itu bernama antena


Yes…yess…Alhamdulillah…Ya Allah ini keajaiban…

Kemas Zakki, quoted in Bali Galeria Mall, around January 2006 –

 

Berjingkrak-jingkrak kegirangan, mulut berteriak tidak terkontrol, bersama pacar yang tampak keheranan, walaupun waktu itu kita sedang berada di depan Bioskop Galeria21 di Denpasar, Bali, gw ga peduli, kata2 diatas terucap seraya menerima kabar via SMS dari temen di Bandung yang ngasitau bahwa gw termasuk salah satu dari tujuh (7…..hanya tujuhwalo akhirnya jadi delapan) orang beruntung yang dapet nilai akhir “B” di kuliah EL 2003 Rangkaian Elektrik (RE)……..

 

Ini bukan masalah kuliahnya, walo RE emang dikenal sebagai kuliah filter (saringan) bagi anak2 elektro yang baru mentas TPB, ato kuliah pemecah-belah angkatan (karena banyak yang tersandung dibuatnya, jadi sering jadi ga sekelas lagi sama temen2nya), bahkan selentingan yang bilang kalo karakteristik kuliah RE udah keliatan langsung dari namanya (RE, dibaca ‘re’ alias ‘ulang’), tapi ada satu faktor lagi yang membuatnya begitu spesial, yaitu gw berada di kelasnya Prof. Dr. Soedjana Sapiie (alias pak Jhon), guru besar ITB, dosen sesepuh yang masih ngajar di ITB..gw lulus dari kelasnya pak jhon…Men, bener2 ga percaya waktu itu

 

Gimana nggak, RE itu bener2 jadi TEMBOK bagi kita2 anak yang – cukup beruntung – mempunyai NIM dari 065 sampai 128…ujian cuman dilaksanakan tiga kali, per ujian itu selalu membuat kita berpikir ‘kita tolol amat’ soalnya cuman bengong dan tolah-toleh kanan-kiri (percuma, nanya siapa juga semua ragu2..)..jadi lulus dengan nilai B itu bener2 keajaiban yang luar biasa dashyatnya….serasa menggetarkan seluruh alam semesta..(berlebihan)

 

Semua kuliah terasa ga ada yang seberat TEMBOK RE itu lagi….walo beberapa kali gw berhasil lolos dari lubang jarum setelah RE ini, tapi masih kalah gemparnya dibanding level kuliah RE ini.

 

Eits tunggu dulu….

Semester tujuh datang bersambut, jalur pilihan Telekomunikasi yang gw tekuni mengharuskan gw mengambil mata kuliah ET 4030 Antena dan Propagasi Gelombang atau yang biasa disebut antena gitu aja…

 

Semuanya tampak merupakan kombinasi yang sempurna buat suatu ‘ketidaknyamanan di awal-awal’ ……pelaksanaan KP yang terlalu lama ngebuat gw harus bolos selama 3 minggu lebih satu pertemuan dengan antena, artinya gw bolos selama TUJUH KALI DUA JAM pertemuan antena

Udah kuliahnya emang sulit, pengambilan nilai dilakukan dengan apa disebut dengan tujuh kali tes-tes kecil (kuis) yang dilaksanain tiap hari kamis, defaultnya setiap 2 minggu sekali, lalu dari tujuh kuis itu diambil 5 kuis terbaik (apapun itu yang disebut terbaik).

Artinya, gw ketinggalan satu kali kuis, kuis awal yang merupakan awal dari aroma dan aura horor yang ditiupkan oleh antena buat anak2 telekomunikasi, tapi kuis ini juga kuis yang dianggap paling ‘gampang’ (perhatikan tanda kutip di kata ‘gampang’)…

 

Dateng ke bandung, dengan otak kosong tapi semrawut..gw berada di jadwal kuis antena terdekat yaitu minggu depan…jadi cuman seminggu gw punya waktu untuk siapin diri, jejalin antena ke otak, sebanyak-banyaknya dan sebisa-bisanya, dan se-desperate-nya juga….

Hohoho…hari kuis antena datang dengan status gw sebagai pemain debutan yang baru pertama kali kuis antena, hasilnya..?? bisa ditebak dengan sangat mudah..nilai kuis ini memecahkan rekor nilai paling indah so far selama kuliah, nilai yang sangat manis jika diucapkan dengan kata-kata yaitu ‘satu koma enam’ dari skala sepuluh (bagi yang biasa dengan skala 100, berarti nilai gw enambelas)

Dua minggu berselang..tiba saatnya untuk kuis kedua (ato ketiga buat yang laen), dateng dengan kecongkakan khas anak ITB dengan track record baik, ato dengan keyakinan diri semu yang selalu nganggep ‘ah gw uda bisa sekarang’….gw maju bertempur mencoba merobohkan tembok antena…

Sesaat (beberapa milisekon may be) bener2 sesaat sebelum soal kuis dibagiin, gw masih nganggep gw bakal bisa sekarang, serasa gw uda bermodalkan bazooka buat ngebom en ngerobohin tembok antena ini, eh taunya setelah soal dibagiin, bazooka gw seolah2 berubah menjadi sapu lidi, ato bahkan beberapa helai rambut yang diiket jadi satu…impossible to break the wall for now..

Nilai gw naik…yes yang penting naik …semula dari satu koma enam sekarang uda bisa nggeliat dengan nilai tiga koma lima..(sekali lagi bagi yang biasa dengan skala 100, berarti nilai gw tigapuluhlima)…

Satu koma enam, tiga koma lima…whats next

Antena adalah sebuah tembok yang harus dilalui, sangat susah dilalui, pengalaman beberapa temen anak telkom yang KP di tempat yang kebetulan ada alumnus telekomunikasi ITB ada yang dikasi warning…= “ati-ati lho..abis ini kamu ketemu sama kuliah Antena…”, …sekarang ini, kalo kita sebut kata “antena” dan terdengar di telinga anak telkom, bakal langsung merasuk ke hati dan sukma yang paling dalam dan bisa langsung dilihat reaksinya di muka sebagai representasi muka kecut dan memohon belas kasihan agar jangan diingetin donk

Mulai kamis tanggal 29 November 2007, dan dua kamis berikutnya adalah tiga kuis beruntun antena……yang berarti setiap rabu malam anak telkom akan disibukkan dengan kegiatan tapa dan meditasi antena..tiap rabu malam masing2 bakal berkumpul dengan sekutunya membentuk perguruan antena, tiap rabu malam…langit akan dipenuhi oleh doa-doa memohon diberi kekuatan dan secercah harapan di kuliah ini….

Antenna…live and exclusive every Thursday, 9.00 AM

 

Mari kita robohkan tembok ini….

(about to be continued)

 

5 thoughts on “tembok itu bernama antena

  1. ki…ceritanya lucu2 ^_^
    ternyata eki punya juga bakat buat cerpen di majalah, coz blog-na asyik dibaca…o y invite fity dunk jg ya….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s